Skip to content

Lailatul Qodar

24 Juli 2013

Menjemput Malam lailatul Qodar

LAILATUL QADAR gifTanda Tanda Malam Lailatul Qadar

Menurut Hadist ada beberapa tanda-tanda malam Lailatul Qadar akan datang. Beberapa tanda tersebut bisa diketahui sebagai berikut:

1. Bulan Berada di Posisi Separuh Lingkaran

Abu Hurairoh radliyallahu’anhu pernah bertutur: Kami pernah berdiskusi tentang lailatul qadar di sisi Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, beliau berkata :

“Siapakah dari kalian yang masih ingat tatkala bulan muncul, yang berukuran separuh nampan.” (HR. Muslim)

2. Udara dan Suasana Menjedi tenang dan Hening Seketika

Ibnu Abbas radliyallahu’anhu berkata: Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Lailatul qadar adalah malam tentram dan tenang, tidak terlalu panas dan tidak pula terlalu dingin, esok paginya sang surya terbit dengan sinar lemah berwarna merah” (Hadist hasan)

3. Suasana Malam ketika Itu terasa sejuk dan nyaman

“Lailatul qadar adalah malam yang terang, tidak panas, tidak dingin, tidak ada awan, tidak hujan, tidak ada angin kencang dan tidak ada yang dilempar pada malam itu dengan bintang (lemparan meteor bagi setan)” (HR. at-Thobroni dalam al-Mu’jam al-Kabir 22/59 dengan sanad hasan)

4. Keesokan Harinya Matahari tidak bersinar Kuat

Dari Ubay bin Ka’ab radliyallahu’anhu, bahwasanya Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Keesokan hari malam lailatul qadar matahari terbit hingga tinggi tanpa sinar bak nampan” (HR Muslim)

Menjemput Malam Qodar

Jika kita mengambil pendapat bahwa lailatul qadar itu akan terjadi bergantung kepada kapan puasa dimulai, Apabila awal Ramadhan adalah pada Hari Ahad (minggu) atau Rabu maka Lailatul Qodar jatuh pada Malam 29, Apabila awal Ramadhan adalah pada hari Senin maka Lalilatul qodar jatuh pada malam 21, Apabila awal Ramadhan adalah Hari Selasa atau Jumat maka Lailatul Qodar jatuh pada Malam 27, Apabila awal Ramadhan adalah hari Kamis maka Lailatul qodar jatuh pada malam 25, dan apabila awal Ramadhan adalah hari Sabtu maka Lailatul qodar jatuh pada malam 23. berarti bila kita mengambil pendapat  tersebut maka nanti malam atau tepatnya malam ke 23 adalah saat akan terjadinya Lailatul Qadar. Dan Jika kita berpendapat kepada para ulama yang mempergunakan metoda hisab maka lailatul qadar akan terjadi pada malam ke 27 karena kata lailatul qadar berjumlah sembilan huruf dan disebutkan sebanyak tiga kali dalam sebuah surat Al Qur’an yaitu surat al qadar, maka 9 dikalikan 3 menjadi dua puluh tujuh. Maka kita bisa menungggu 4 hari lagi untuk mendapatkan lailatul qadar.

Pendapat manapun yang kita ambil jika kita ingin mendapat kemuliaan malam qadar (malam kemuliaan) maka kita harus mau menghidupkan malam-malam itu dengan memperbanyak mengingat Allah, disetiap kesempatan bercumbu lebih mesra dan lebih dekat dengan Allah sehingga tidak tersisa waktu sedetikpun untuk selalu bersama-sama-Nya.

Bercumbu dengan Allah tidak hanya dilakukan pada malam tanggal 23 dan 27 saja tapi kita harus mau bercumbu dengan Allah dan menjempul Lailatul qadar pada malam yang ganjil di sepuluh hari akhir di bulan Ramadlan, seperti yang disabdakan Rasulullah saw

‏ ‏تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْوِتْرِ مِنْ الْعَشْرِ اْلأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

Carilah Lailatul Qadar itu pada malam yang ganjil, di sepuluh hari akhir bulan Ramadlan (H.R. Bukhori).

Sebenarnya dengan hadits di atas pendapat yang mengatakan bahwa Lailtul qadar itu akan turun bergantung kepada kapan puasa dimulai atau bahwa Lailatul Qadar itu akan terjadi pada tanggal 27 Ramadlan terbantahkan sudah karena tidak semata-mata Rasul menyuruh ummatnya untuk mencari lailatu qadar itu pada malam-malam ganjil di sepuluh hari yang terakhir bulan Ramadlan kalau lailatul qadar hanya akan terjadi pada tanggal 27 Ramadlan atau tanggal yang sesuai dengan pasangan kapan puasa itu dimulai. Mungkin saja pendapat yang mengatakan bahwa lailatul qadar terjadi pada tanggal 27, hanyalah peristiwa yang sering terjadi, tidak selamanya. Dan yang lebih baik lagi kita tidak perlu mempermaslahkan ganjil dan genap, kita harus bisa memanfaatkan momentum ramadlan ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah bahkan lakukanlah dari awal Ramadlan.

Saat kita mengintai atau mencari lailatul qadar lakukanlah dengan cara mempebanyak mengingat Allah, lakukan I’tikaq di Mesjid rumahnya Allah agar kita bisa lebih dekat lagi dengan Allah, perbanyaklah berdoa dan memohon ampunan kepada Allah, khususnya doa yang biasa dibacakan Rasulullah saat menjemput lailatul qadar, yaitu :

‏ ‏اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ كَرِيمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, ampunilah dosa-dosaku (H.R. At Tirmizi)

Mereka yang menghidupkan malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan walaupun tidak melihat tanda-tanda datangnya lailatul qadar menurut Imam Thabrani akan mendapat pahala Lailatul qadar sedangkan mereka yang tidak menghidupkan malam-malam tersebut  walaupun melihat tanda-tandanya tidaklah akan mendapatkan pahala lailatul qadar itu.

Tidak cukup hanya menghidupkan malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadlan saja untuk mendapatkan pahala lailatul qadar, kitapun harus menghindarkan diri dari perbuataan yang menyebabkan terhalangnya  pintu maaf Allah.

From → ARTIKEL

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: